Senin, 09 Desember 2019

HATI-HATI MENGGABUNGKAN DUA KONSEP PROPERTI

HATI-HATI MENGGABUNGKAN DUA KONSEP PROPERTI

avocado-village-noriba-land-TANAH_DIJUAL_DI_BOGOR


#CeritaNoribaLand


Dalam pikiran orang agro industri,
“Ngapain kebun produktif dijual kavlingan? Toh, hasil kebun dan serapan pasarnya sudah jelas. Dari 24 hektar kebun Alpukat akan menghasilkan 27 Milyar per tahun. Itu baru hasil sampingannya saja.”

Bagi praktisi perkebunan industri, enak aja ya bisa ngomong begitu… Mungkin sudah ada hitung-hitungannya sendiri, termasuk faktor resiko.

“Koq hasil sampingan? Memang hasil utamanya apa pak?” tanya saya bingung.

Produk kebun produktif Noriba Land dinamakan “Avocado Village Smart Farming.” Sudah jelas alpukat yang menjadi kebun utamanya, kenapa hasilnya dianggap sampingan? – tentang konsep smart farming di Noriba Land akan saya ceritakan pada kesempatan yang lain. Insya Allah aamiin.

Beliau menjelaskan, hasil utamanya dari tanaman tumpangsari yang panen bulanan. Dalam masa menunggu panen alpukat selama 3,5 tahun, cash flow harus dapat diakali dengan tanaman tumpangsari, terpadu dengan peternakan yang dapat diambil pupuk kohenya, selain panen daging.

Memang, banyak hal menarik yang kita dapatkan saat berbicara dengan praktisi lapangan di bidang agro industri. Mereka menguasai hulu hilirnya. Mereka racik sendiri formula pupuk dan nutrisinya, bahkan bibit disiapkan sesuai dengan kondisi lahannya, sampai bagaimana cara memetik buahnya. Jadi, kalau ada kebun alpukat lainnya tentu hasilnya akan berbeda.

“Biasanya, kalau sudah menikmati hasil industri perkebunan, orang akan kemaruk cari lahan baru lagi untuk dijadikan kebun. Jadi kenapa harus dijual kavlingan?”

Kembali dia menyoal cara berpikir developer kebun produktif yang saat ini sedang marak. Tanggapan lainnya setelah survey lahan Noriba Land dapat disimak di NORIBA TV.
Klik https://youtu.be/Dscnhf2O5Q8



Entahlah, saya tidak tahu apa yang ada dibenak para pengusaha properti hijau. Yang saya tahu adalah kalimat tegas dari nara sumber training properti syariah: “Hati-hati menggabungkan dua konsep properti.”

Terlebih lagi, saya akan menggabungkannya dengan konsep ketiga, yaitu konsep Pesantren TahfizPreneur, sehingga terjadi sinergi antara ekonomi komersil dan ekonomi sosial.

Insya Allah aamiin.

Sutrisno Nurhumaedi
Penggagas Noriba Land

https://t.me/NoribaLand

https://t.me/MarketingNoribaLand

HATI-HATI MENGGABUNGKAN DUA KONSEP PROPERTI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar